Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ekonomi Indonesia Ditengah Lonjakan Covid-19

    Saham Nikel Dipoles Katalis Baru

    Dengan kekayaan alam yang melimpah, rasanya bukan angan – angan yang berlebihan jika Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pemain besar dalam sektor nikel.

    Oleh karena itu pemerintah harus berhati – hati dalam mengambil kebijakan untuk sektor ini, untuk menjaga iklim Investasi yang tetap baik.
    Bahkan bukan sesuatu yang berlebihan jika proyeksi emiten di sektor ini cukup positif, karena kami menilai mereka memiliki nilai jual yang sangat baik dalam beberapa tahun kedepan, terutama jika kendaraan dengan energi listrik mulai mendominasi pasar.

    Dana Pensiun Norwegia Akumulasi 2,38% Saham WEGE

    Raksasa dunia kembali masuk ke Indonesia, Norges Bank Investment meng-akumulasi 2,38 % saham WEGE lewat transaksi crossing di harga Rp 185 per saham, dengan total nilai Rp 129,5 miliar.

    Seperti kita tahu, WEGE ini merupakan BUMN, dan anak perusahaan dari WIKA. Dan kita juga tahu bahwa pembangunan Infrastruktur menjadi focus utama pemerintahan presiden Jokowi.

    Memang belum tergambar dengan jelas kapan tepatnya sektor konstruksi akan dibanjiri optimisme oleh Investor yang saat ini sedang focus ke sektor technology.

    Tetapi yang jelas Norway Bank Investment ini masuk sebagai Investor, bukan sebagai Donatur.

    WHO: Segera Laksanakan Lockdown!!. Varian Delta Membuat Pecah Rekor Berlanjut‼️️‼️

    Setelah IHSG selama seminggu lalu menguat tipis sebesar +0.25% disertai Net Buy Investor Asing sebesar Rp 1.32 tiliun, jika hanya merujuk penguatan cukup tajam Indeks DJIA sebesar +0.69% disertai kenaikan harga beberapa komoditas seperti: Oil +0.95%, Gold +0.29%, Coal +2.10%, Nikel +0.65% dan Timah +0.24%, maka ada peluang ES perkirakan IHSG  menguat dalam perdagangan diawal minggu ini, Senin.

    Akan tetapi kondisi saat ini jauh lebih mencekam ketimbang tahun 2020 disaat Covid19 menyerang Indonesia karena jumlah korban terserang Covid19 per hari terus meningkat mencapai 21,300 orang bahkan ada perkiraan akibat serangan terbaru varian Delta dan Delta Plus diperkirakan korban terjangkit bisa nencapai 50,000 orang per hari. Jika itu terjadi tidak bisa ES bayangkan apa yang akan terjadi atas IHSG, ekonomi dan Faskes di Indonesia. Akankah IHSG bertahan atau sebaliknya TERJUN BEBAS??!!

    Kasus Harian Corona RI 27 Juni Tertinggi ke-2 di Dunia.‼️️‼️Selain cetak rekor di dalam negeri, kasus harian Covid-19 RI pada Minggu (27/6) juga tertinggi kedua di dunia. Penambahan 21.342 kasus harian Indonesia berada di bawah India dengan 44.365 kasus. (Detik)

    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, saat ini ada banyak kekhawatiran tentang varian Delta. Dan, WHO juga mengkhawatirkan varian baru virus corona ini.

    "Delta adalah yang paling menular dari varian yang diidentifikasi sejauh ini, telah diidentifikasi di setidaknya 85 negara, dan menyebar dengan cepat di antara populasi yang tidak divaksinasi. (Kontan)

    Covid-19 Mengganas, WHO Sarankan Indonesia Segera Lockdown

    WHO menyarankan Indonesia segera melaksanakan lockdown atau karantina wilayah menghadapi lonjakan kasus Covid-19. 
    WHO juga melihat bahwa sebagian besar provinsi di wilayah Jawa melaporkan peningkatan jumlah kasus dan kematian. Kasus yang dilaporkan mingguan dan kematian meningkat dua kali lipat di DKI Jakarta setiap minggu, selama dua minggu terakhir. 
    WHO juga melihat ada peningkatan konfirmasi varian Delta yang harus menjadi perhatian. Sementara, kapasitas sistem kesehatan di beberapa provinsi tingkat huniannya lebih dari 90%. (Okezone)

    Ikatan Dokter Indonesia Tegaskan Lonjakan Covid-19 Disebabkan Varian Delta, Bukan karena Mudik Lebaran.

    Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Waketum IDI), Slamet Budiarto, menegaskan, lonjakan kasus Covid-19 saat ini bukan disebabkan oleh aktivitas mudik Idul Fitri 1442 H, tetapi karena masuknya varian delta yang berasal dari India. (Okezone)

    PT Medco Energi Internasional (MEDC).

    Hingga kuartal 1/2021 membukukan pendapatan senilai USD300,23 juta atau naik 8,56% dibanding periode sama tahun lalu USD276,49 juta. Sementara itu, perseroan hingga kuartal 1/2021 membukukan laba tahun berjalan dapat diatribusikan kepada entitas induk terkumpul USD3,29 juta atau berbalik dari periode sama 2020 dengan tabulasi rugi USD17 juta. (Emitennews)

    PT NFC Indonesia (NFCX)

    Perseroan hingga kuartal 1/2021 membukukan pendapatan Rp2,1 triliun, atau tumbuh 3,6% yoy dibanding periode sama tahun 2020. Kenaikan pendapatan didorong oleh ekspansi segmen agregator produk digital, yang tumbuh 2,8% YoY menjadi Rp2,1 triliun, juga didukung oleh peningkatan jumlah anggota sebesar 41,7% YoY 145,1 ribu anggota di kuartal I-2021 dibandingkan 102,4 ribu anggota di 1Q20. Selain itu, pertumbuhan top-line didorong oleh kontribusi pendapatan segmen cloud digital advertising yang tumbuh sebesar 71,9% yoy menjadi Rp40,7 miliar di kuartal I/2021. 

    Pertumbuhan pendapatan mendorong pencapaian laba bersih yang dapat diatribusikan menjadi sebesar Rp21,3 miliar. Posisi ini menunjukan pertumbuhan sebesar 319,8% yoy. (Investor.id)

    PT Gozco Plantations (GZCO)

    Perseroan hingga kuartal 1/2021 membukukan penjualan bersih sebesar Rp 134,95 miliar atau meningkat 81,93% dari periode sama tahun 2020 senilai Rp 74,17 miliar. Hingga Maret lalu, penjualan bersih GZCO meliputi penjualan crude palm oil (CPO) sebesar Rp 110,78 miliar, kernel Rp 18,33 miliar, dan  penjualan lain-lain Rp 5,83 miliar. 

    Penjualan CPO dan kernel tercatat mengalami pertumbuhan masing-masing 104,59% dan 119,84%. Sedangkan penjualan lain-lain menyusut 50,06% dari torehan di Kuartal I-2020. 

    Akan tetapi perseroan hingga kuartal 1/2021 GZCO membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 41,32 miliar atau turun 26.7% dibanding periode sama tahun 2020 yang masih membukukan kerugian sebesar Rp 52,35 miliar. (Kontan)

    PT Shield On Service (SOSS)

    Perseroan hingga kuartal 1/2021 membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 318,02 miliar atau turun 13,74% dibandingkan periode sama 2020 senilai Rp 368,69 miliar. Pendapatan bersih SOSS di kuartal I-2021 meliputi pendapatan dari jasa penyedia sumber daya manusia (SDM) sebesar Rp 168,54 miliar, jasa keamanan Rp 79,80 miliar, jasa kebersihan Rp 67,66 miliar, jasa parkir Rp 1,66 miliar, dan pendapatan lain lain Rp 343,07 juta. 

    Dampak positifnya perseroan hingga kuartal 1/2021 membujukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 2,46 miliar atau naik tajam 123,35% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,10 miliar. (Kontan)

    Posting Komentar untuk "Ekonomi Indonesia Ditengah Lonjakan Covid-19"