Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memprediksi Saham Akan Naik

    Prediksi saham akan naik adalah pertanyaan yang menghabiskan jutaan investor setiap malam. Sayangnya, pasar tidak memberitahu kapan harga saham akan melonjak dan kapan saham akan turun.


    Pada dasarnya anda bisa memprediksi saham itu akan naik dengan cara menganalisa secara fundamental maupun dengan analisa teknikal.

    Prediksi Saham Akan Naik

    Analisa Teknikal

    Kalau kita menggunakan analisa teknikal, kita tidak perlu lagi melihat laporan keuangan perusahaan, karena menggunakan analisa teknikal kita hanya perlu melihat chart saja dengan bantuan beberapa indikator, seperti, kita menggunakan support dan resisten ataupun dengan indikator fibonacci.

    Kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengetahui saham akan naik dengan cara menganalisa pola-pola candlestick, pola-pola ini bisa menjadi petunjuk bagi para trader untuk melakukan order.

    Pola candlestick dibawah ini merupakan pola candlestick yang sering dipakai oleh para trader untuk menganalisa teknikal, apa saja pola tersebut, diantaranya adalah :

    Bullish Engulfing

    Bullish Engulfing merupakan kombinasi dari satu candle yang diikuti oleh candle berukuran yang lebih besar pada hari kedua atau selanjutnya, harga dibuka lebih rendah dari harga terendah sebelumnya.

    Bullish Engulfing

    Untuk ukuran tidak menjadi patokan, yang terpenting candlestick berikutnya harus lebih besar dan harus lebih tinggi harga penutupannya dari candlestick sebelumnya.

    Tweezer Bottom

    Pola tweezer adalah pola pembalikan arah (reversal) yang terdiri dari dua candlestick dengan harga terendah sama.

    Tweezer Bottom

    Agar mudah dalam mengidentifikasi Tweezer bottom, ini kami berikan ciri-cirinya, diantaranya :
    • Terdiri dari dua candle
    • Didahului downtrend
    • Candle pertama berwarna merah (atau hitam)
    • Dan, candle kedua berwarna hijau (atau putih)
    • Ujung ekor bagian bawah ( low ) keduanya rata atau sama.

    Morning Star

    Morning star merupakan salah satu pola yang sering digunakan untuk menentukan harga berbalik arah.

    Morning Star


    Morning star terdiri dari 3 candlestick, pola tersebut memiliki ciri khas posisi candlestick kedua yang melompat (Gap) dari candlestick pertama, dengan badan yang kecil atau berbentuk Doji.

    Bullish Hammer

    Bullish Hammer


    Hammer adalah pola ini membentuk candlestick berbentuk palu, di mana ekor candlestick setidaknya dua kali ukuran body sebenarnya. body candlestick  mewakili perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan, sedangkan ekor candlestick menunjukkan harga tinggi dan rendah untuk periode tersebut.

    Bullish Harami

    Pola candle Bullish Harami adalah pola pembalikan yang muncul di bagian bawah tren turun. Ini terdiri dari candle bearish dengan body besar, diikuti oleh candle bullish dengan body kecil tertutup di dalam tubuh candle sebelumnya. Sebagai tanda momentum yang berubah, candle bullish kecil 'celah' ke atas untuk dibuka di dekat kisaran pertengahan candle sebelumnya.

    Bullish Harami


    Bullish harami sebernya hampir sama seperti bullish engulfing, kalau bullish engulfing diawali oleh candlestick besar selanjutnya ada candlestick kecil. Sedangkan untuk bullish harami kebalikan dari bullish engulfing, diawali oleh candlestick besar dilanjutkan dengan candlestick kecil. 

    5 pola di atas merupakan contoh Cara Mengetahui Saham Akan Naik dengan cara analisa teknikal atau menggunakan candlestick pattern, masih lagi cara untuk mengetahui saham akan naik lain.

    Analisa Fundamental

    Bila anda menggunakan analisa fundamental, anda perlu mempelajari laporan keuangan setiap perusahaan yang bisa didapat setiap triwulan atau tahunan. Jika hasilnya positif, harga akan naik. Jika hasilnya negatif, itu akan memicu harga akan jatuh.

    Laporan keuangan perusahaan terdiri dari 4 bagian :
    • Neraca / Balance Sheet
    • Laba Rugi / Income Statement
    • Arus Kas / Cash Flow
    • Catatan Kaki / Footnotes

    Balance Sheet

    Balance sheet menunjukan bagaimana Aset perusahaan didanai, apakah dari modal sendiri atau dari hutang.

    Dalam memahami balance sheet kita harus mengetahui aset terdiri dari liabilities (hutang) ditambah dengan Equity (Modal).

    Balance Sheet dapat menunjukan kesehatan suatu perusahaan, kalau perusahaan tersebut memiliki hutang lebih besar daripada pendapatannya itu menandakan perusahaan tersebut sedang tidak sehat atau dalam bahaya.

    Balance sheet juga bisa menunjukan bagaimana aset perusahaan digunakan untuk mendapatkan pemasukan untuk perusahaan.

    Income Statement

    Income statement menunjukan kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam suatu periode.

    Cash Flow

    Cash flow menunjukan catatan uang yanh masuk dan uang keluar.

    Footnotes

    Footnotes merupakan penjabaran dari ketiga bagian diatas.

    Di footnotes ini anda akan mendapatkan penjelasan lebih detail.

    Mengenai laporan keuangan perusahaan anda dapat membaca di informasi penting bagi investor dan indikator yang diperlukan dalam menganalisa keuangan

    Kesimpulan

    Masing-masing analisa memiliki keuntungan dan resiko masing-masing. Investor memiliki metodenya tersendiri dalam menentukan saham yang dibeli. 

    Analisa teknikal merupakan metode yang baik untuk menganalisa kondisi pasar yang sedang terjadi dan berinvestasi dalam kurun waktu yang pendek. Sementara itu, pemilih analisa fundamental rata-rata merupakan investor yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap bisnis yang dilakukan perusahaan akan menentukan harga perusahaan sehingga mereka tidak terpengaruh pada fluktuasi harga saham pada jangka pendek dan cenderung berinvestasi pada jangka panjang. Selain itu, terdapat pula investor yang memilih untuk menggabungan kedua analisa tersebut dalam melakukan transaksi. Pada akhirnya, analisa terbaik untuk digunakan dalam investasi bergantung pada gaya investasi investor sendiri.

    Posting Komentar untuk "Cara Memprediksi Saham Akan Naik"