Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisis Saham Fundamental dan Teknikal

    Investasi sudah dikenal lama dengan pilihan investasi yang bermacam. Masyarakat biasanya lebih mengenali tabungan dan deposito, padahal hasilnya belum pasti sesuai dengan kebutuhan di masa datang. Ditambah, menabung bukan satu bentuk investasi.

    Investasi merupakan memanfaatkan dana untuk membeli suatu hal yang dapat dijual dalam periode waktu lama dengan harga yang semakin tinggi dari harga membeli. Tujuan utama investasi yaitu menambahkan kekayaan untuk keperluan mendatang dan mengamankan kekayaan dari dampak inflasi.

    Ada banyak jenis investasi yang populer di Indonesia diantaranya investasi surat berharga yaitu surat utang negara, surat berharga komersial, saham, obligasi dan lain-lain.
    Analisa Saham Fundamental dan Analisa Saham Teknikal
    Saat sebelum melakukan investasi di saham, investor perlu melakukan analisa lebih dalam sebagai bentuk perhatian dan hati - hati dalam memutuskan ke perusahaan mana modalnya akan ditanamkan. 

    Resiko yang menyertai investasi bisa diminimalisir oleh investor. Seorang investor perlu melakukan analisa sebagai alat untuk menentukan investasi, mengerti seluk beluk bursa dan memperkirakan trend saham atau pergerakan harga saham yang selalu berubah, karena akan beresiko saat investasi tanpa mengetahui keadaan bursa dan pasti hal akan berlawanan dengan konsep investasi. Ada dua alat analisa yang dapat membantu dalam proses investasi yakni analisa fundamental dan analisa teknikal.

    Jenis Analisa

    Analisa fundamental datang dari faktor internal perusahaan (struktur modal, resiko dan pertumbuhan laba, pembagian dividen, keadaan perusahaan yang bisa dilihat dari laporan keuangan perusahaan/emiten) dan faktor external (peraturan pemerintah, keadaan ekonomi, sentimen pasar dan lain-lain).

    Analisa teknikal menganalisa sikap pasar melalui pergerakan harga di masa lalu untuk memprediksikan harga di masa mendatang yang tercermin dalam grafik dengan beragam tanda teknikal.

    Menganalisa kondisi fundamental perusahaan secara detail memakai top down approach dan valuasi saham memakai price earning ratio dan price to book value untuk mengetahui apa saham berada di harga overvalue, fairvalue atau undervalue.

    Tujuan Analisa

    Tujuan dari analisa fundamental merupakan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi pemegang sahamnya. Faktor stabilitas laporan keuangan diperlukan saat melakukan analisa fundamental walau laporan keuangan yang diterbitkan sudah expire karena dalam laporan kwartal juga diterbitkan satu bulan kemudian. 

    Investor perlu memandang prospek ke depan untuk menguatkan analisa laporan keuangan dengan memperhatikan kondisi makro seperti kondisi politik Indonesia, pergerakan inflasi, pergerakan suku bunga, kurs, dan price domestic bruto.

    Analisa teknikal memiliki tujuan untuk memprediksi harga saham dengan memperhatikan historis harga, volume perdagangan dan index harga saham gabungan. Lewat analisa teknikal bisa melihat perilaku pasar yang tergambar ke grafik histori harga yang bertujuan untuk memprediksi harga mendatang

    Cara Analisa Fundamental

    Cara untuk menganalisis sektor saham berdasar analisa fundamental perusahaan ini bisa menggunakan sistem komparatif, yakni memperbandingkan rasio keuangan beberapa perusahaan dalam sektor industri yang sama.
    Rasio keuangan yang dipakai dalam analisa saham berdasarkan fundamental diantaranya:

    PER (Price Earning Ratio) 

    PER yaitu rasio yang menghitung perbandingan antara harga saham dengan keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Makin kecil PER maka semakin baik.

    PBV (Price to Book Value)

    PBV yakni rasio yang membandingkan antara harga saham dengan nilai buku atau nilai intrinsiknya. Makin kecil makin baik yang berarti harga saham masih murah.

    ROE (Return on Equity) 

    ROE merupakan jumlah imbal dari hasil keuntungan atau laba bersih terhadap ekuitas dalam unit %. Makin tinggi ROE maka makin baik.

    EPS (Earning per Sharing) 

    EPS ialah keuntungan perusahaan yang dibagi per lembar saham. EPS yang bagus adalah yang nilainya cenderung semakin meningkat dari hari ke hari. Makin besar EPS maka makin bagus. baca juga artikel tentang EPS.

    DER (Debt Equity Ratio) 

    DER sebagai perbandingan antara jumlah hutang terhadap ekuitas. Makin kecil akan makin baik.

    Hasil dari membandingkan rasio-rasio keuangan beberapa perusahaan dalam sektor industri yang sama, bisa diambil kesimpulan saham perusahaan yang mana lebih bagus berdasar analisa fundamental.

    Sesudah menganalisa lingkup makro dan berbagai sektor, selanjutnya kita bisa memperdalam analisa pada area perusahaan. Analisa fundamental mempunyai kekurangan karena data yang dipakai merupakan yang terjadi di periode kemarin. Oleh sebab itu seharusnya kita menganalisa lebih banyak data untuk memperkuat analisa yang sudah dilakukan.

    Cara Analisa Teknikal

    Kalau tujuan dari analisa fundamental untuk mengetahui saham apa yang baik untuk dibeli, makan bisa disebutkan kalau tujuan dari analisa teknikal untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk membeli saham itu.

    Ada 3 indikator yang biasanya dipakai untuk lakukan analisa teknikal, yakni:

    Indikator Moving Average

    Morning Average sebagai indikator Investasi saham yang penting bagi beberapa trader. MA kebanyakan dipakai untuk mengetahui harga tren stok paling baru dengan melakukan perbandingan di antara rata-rata harga sebelumnya dan dibandingkan dengan kondisi harga saham sekarang ini.

    Dengan memakai indikator Investasi Moving Average, para trader bisa mengenali sejauh mana titik krusial di pergerakan saham melalui level resistance dan level support. Lewat garis MA, maka trader dapat mengetahui kapan garis MA jadi level support atau kapan garis MA jadi level resistance.

    Para trader yang akan mengetahui investasi saham dapat mengetahui perubahan trend jadi bullish dan trend jadi bearish. Trader dapat memanfaatkan satu ataupun lebih garis MA dalam sebuah grafik saham. Kamu bisa juga mengetahui kemungkinan jual atau kemungkinan membeli memakai MA. MA digunakan sebagai landasan untuk indikator lain.

    Relative Strength Index

    RSI adalah indikator dalam Investasi saham untuk mengetahui waktu di mana stok sudah sampai di titik overbought atau oversold. Saat RSI telah masuk ke level overbought atau oversold, maka harga akan mengalami perubahan arah. Misalkan RSI udah menunjukkan titik jenuh beli, maka harga cenderung turun.

    Kamu dapat melihat RSI di bagian sub-window bagian bawah grafik saham. Beberapa trader umumnya memakai patokan RSI di grafik itu. Untuk menentukan titik overbought, diikuti jika RSI sudah mencapai angka 70 atau lebih. Untuk harga oversold, RSI bisa jatuh sampai angka 30.

    Meskipun begitu RSI sebagai indikator yang kurang kuat dalam Investasi saham. Bisa saja harga saham mengalami keadaan overbught atau keadaan oversold dalam waktu yang sangat lama. Sebagai penyeimbang, investor dapat mengombinasikannya dengan indikator lagging. 

    Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    Indikator MACD sebagai indeks yang dapat digunakan untuk mengenal perubahan momen. Untuk mengenali MACD, trader bisa memakai 2 garis MA sebagai perbandingannya. Dengan demikian MACD bisa mengetahui tekanan jual, tekanan beli dan berapa tingkat resistance atau tingkat supportnya.

    Ada 3 elemen khusus MACD dalam Investasi saham, yakni garis biru (MACD) dan garis MA yang warna oranye, dan histogram,. Jika histogram memperlihatkan posisi ke atas dan warna hijau, karena itu dapat memberikan tanda beli. Makin kuat penekanan beli atau jual pada suatu stok ditunjukkan dengan makin besar histogram yang muncul.

    Kebalikannya, jika menunjukkan warna merah berarti memperlihatkan tend aksi jual. Jika histogram positif hijau dan MACD naik, maka mengisyaratkan trend bullish. Signal beli umumnya diikuti dengan histogram negatif dan MACD memotong MA dari bawah ke arah atas atau golden cross.

    Indikator Stochastic Oscillator

    Indikator selanjutnya yang dapat kamu gunakan dalam analisa teknikal yaitu indikator stochastik oscillator. Indikator ini dapat kamu temui di bagian sub window bawah grafik seperti indikator RSI. Kamu dapat mengenali perbedaan antara RSI dan Stochastic Oscilator dari warna grafik.

    Umumnya Grafik Stochastic mempunyai garis warna merah dan garis warna biru. Perbedaan yang lain adalah Stochastik memperlihatkan garis %K untuk warna biru. Sedang garis warna merah memperlihatkan %D. Kedua garis ini memperlihatkan signal beli atau signal jual dari sebuah saham.

    Signal beli Investasi saham dan signal jual ditunjukkan lewat perpotongan antara kedua garis. Misalkan signal beli, maka garis %K akan memotong sisi garis %D dari arah bawah ke arah atas. Grafik Stochastic bisa disebut lumayan kuat jika berada di keadaan pasar yang tidak begitu mengalami gejolak.

    Indikator Bollinger Bands

    Satu lagi indikator Investasi saham teknikal ialah Bollinger Bands. Indikator Bollinger Bands dipakai untuk mengenali rentang pergerakan saham lewat pita. Dengan dasar ini trader dapat menentukan selanjutnya pergolakan pergerakan harga sampai level jenuh karena minat jual atau minat membeli saham tersebut.

    Ada 3 garis indikator Bollinger Bands yakni lower band, middle band dan upper band. Middle band dikenali sebagai MA dan 2 garis yang lain mendeskripsikan deviasi yang terjadi. Makin lebar pita, maka makin tinggi juga volatilitas harga saham tersebut.

    Kalau pita menyempit maka menandakan ada peralihan harga baik bearish jadi bullish atau sebaliknya. Kamu dapat memakai lower band dan upper band dalam Investasi saham sebagai dasar level jenuh beli atau level jenuh jual. Saat harga saham di atas upper band, maka menandakan jenuh beli dan harga dapat turun.

    Langkah untuk menganalisis saham berdasar teknikal bisa dilakukan untuk mengetahui kecenderungan harga satu saham akan naik atau turun berdasar pergerakan beberapa saham yang lain pada bidang yang sama.

    Anda dapat mencoba sendiri dan lakukan kombinasi dari indikator2 itu, yang mana paling cocok buat anda. Tiap orang mempunyai trick dan cara yang beda dalam menginterpretasikan saham memakai indikator.

    Sekian artikel tentang Pengertian Support dan Resistance, Manfaat Support dan Resistance dan Cara Menentukan Support dan Resistance.

    Jika ada pertanyaan atau mau berbagi pengalaman menggunakan support dan resistance untuk menganalisa suatu saham, kamu bisa tulis di kolom komentar, semoga artikel ini bermanfaat.
    Terima kasih, sampai jumpa di artikel lainnya

    Posting Komentar untuk "Analisis Saham Fundamental dan Teknikal"