Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istilah TP dan SL Dalam Saham

    istilah tp dan sl dalam saham

    globalopini.com - Sebagai investor mungkin sudah mengetahui istilah TP dan istilah SL dalam saham, dan mungkin saja banyak dari investor pemula masih belum mengerti isitilah TP dan SL tersebut, pada artikel kali ini kita akan membahasa tentang istilah TP dan SL dalam saham.

    Apa itu stop loss dan take profit

    Dalam bertrading, pasti kita pernah mengalami yang namanya loss. Namun, sebenarnya kita bisa meminimalisir loss tersebut dengan cara memasang yang namanya Stop Loss (SL). Selain itu, ada juga cara untuk membatasi batas keuntungan yang ingin kita dapat, namanya Take Profit (TP).

    Stop loss adalah sebuah order atau perintah untuk menutup posisi yang berguna untuk membatasi kerugian dalam nilai tertentu.

    Take Profit adalah sebuah order atau perintah untuk menutup posisi untuk membatasi keuntungan dalan nilai tertentu.

    Saat pergerakan harga menyentuh level stop loss ataupun take profit, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut.

    Apa itu TP dalam saham?

    TP adalah singkatan dari Take Profit merupakan arti dari mengambil keuntungan, para investor biasanya melakukan TP saat sudah memiliki saham di harga rendah dan pada saat sekarang harga saham tersebut sudah mengalami kenaikan harga sehingga memberikan profit. Jadi, TP dalam saham artinya bahwa investor akan mengambil keuntungan dari harga saham.

    Apa itu Stop Loss dalam saham?

    Sedangkan untuk istilah SL dalam saham, sama seperti TP, SL merupakan singkatan dari Stop Loss yang berarti berhenti dari kerugian. Biasanya trader atau investor akan SL posisi tradingnya (jual kerugian) jika ternyata harga saham yang dibeli mengalami penurunan dan menyebabkan kerugian dalam jumlah tertentu. Untuk mencegah kerugian tersebut tidak bertambah biasanya para trader perlu melakukan Stop Loss agar kerugiannya berhenti dan tidak bertambah.

    Cara menentukan TP dan SL saham

    Kunci keberhasilan trading saham itu cuman satu: membeli di harga rendah, jual di harga lebih tinggi. Beberapa investor yang mempunyai target keuntungan. Membeli saham dengan cara bertahap setiap bulan atau setiap harganya menurun, lalu diamkan saja dalam portofolio. Hal inilah yang sangat penting bagi seorang trader untuk mengetahui cara menentukan Stop Loss dan Take Profit saham agar tidak mengalami kerugian yang besar. Berikut ini ada beberapa cara menentukan TP dan SL yang mudah dan aman

    Prediksi keuntungan dibandingkan resiko

    Rasio ini mewakili prediksi kerugian yang siap ditanggung, ketimbang dengan target keuntungan yang diinginkan. Misalnya seorang trader beli 1 lot saham perusahaan XYZ di harga Rp 350 dengan harapan harga akan meningkat jadi Rp 500 dalam satu bulan. Dia memutuskan akan cut loss kalau harga jatuh jadi Rp 300. Maka sang trader menempatkan rasio risk/reward 1:3, di mana target profit Rp 150 dan toleransi kerugian Rp 50.

    Prediksi keuntungan dibandingkan modal

    Misalnya trader memakai modal Rp 1 juta untuk membeli saham XYZ, selanjutnya trader menentukan take profit kalau keuntungan sudah berlipat ganda. Dengan begitu, dia akan take profit kalau nilai saham sudah mencapai Rp 2 juta. Patokan ini bisa dipakai untuk bermain saham gorengan, tapi kurang pas untuk dipraktekkan pada beberapa saham blue chip.

    Prediksi keuntungan berdasarkan analisa teknikal

    Teknik ini paling sulit dan membutuhkan pembelajaran panjang, tapi mempunyai tingkat ketepatan terbaik. Pertama-tama, trader harus mempelajari cara analisa teknikal dan memahami konsep support-resistance. Setelah itu, berlatih menerapkan analisa tersebut dalam simulasi trading saham.

    Kamu bisa pilih satu dari ketiga cara di atas, atau menggabungkannya. Yang paling penting, pastikan dahulu strategi take profit saat sebelum kamu membeli saham manapun.

    Syarat Menentukan TP dan SL

    Ada tiga syarat dalam menentukan Stop Loss dan Take Profit:
    1. Stop Loss (SL) harus ada di tingkat yang rasional. Tingkat yang rasional ini memberitahu pada trader kalau signal trading-nya sudah tidak valid dan harga tidak akan kembali ke arah yang diharapkannya saat open status dulu.
    2. Stop Loss harus ada dalam rentang toleran risiko trader. Rentang toleran risiko ini berbeda-beda tergantung seberapa banyak modal trading.
    3. Take Profit harus realistis, yaitu dalam rentang yang betul-betul dapat dijangkau oleh pergerakan harga berdasarkan signal yang ada.

    Berapa SL dan TP yang ideal

    Untuk menentukan stop loss atau batas kerugian tergantung dari sistem trading yang kamu pakai. Umumnya stop loss ada yang menaruh SL 5 poin dibawah Support terdekat atau ada juga yang menaruh pada garis support. Sama seperti menentukan stop loss, take profit bisa kita pasang di area resistance.

    Jadi idealnya masang SL dan TP itu tergantung dengan modal yang kamu miliki, kamu bisa menentukan SL dengan menggunakan presentase dari modal yg kamu miliki, seperti 10% atau 20% dari modal.

    Contoh Stop Loss

    Kamu membeli saham ARTO di harga Rp. 13.925 per lembar saham, kamu merealisasikan kerugian sebanyak 10 % dari harga open order, jadi kamu memasang SL di harga Rp. 12.535, ketika harga turun ke harga Rp. 12.535 maka kamu akan mengalami kerugian sebesar Rp. 1.390 per lembar saham

    Contoh Take Profit

    Hampir sama seperti kamu menentukan SL pada saham. Sebagai contoh, Kamu membeli saham XYZA di harga Rp. 1.500 per lembar. kamu ingin mengambil keuntungan di harga Rp. 1.750. Ketika harga sudah mencapai Rp. 1.750, kamu akan menjual saham tersebut. Sehingga kamu akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 250 per lembar saham

    Kesimpulan

    Istilah tp atau take profit merupakan perintah berdiri untuk menjual saham setelah mencapai tingkat keuntungan tertentu. Menjual pada harga tertentu untuk memastikan bahwa investor akan mendapat untung dari perdagangan.

    Saya tidak dapat memberikan rumus SL dan TP, karena TP dan SL benar-benar subyektif dan tiap saham mempunyai pergerakan dan skema history yang berbeda. Tetapi, jika saya tentukan TP dan SL tentunya berdasar garis support dan resisten yang sering dilewati, atau memakai garis support paling bawah dan resisten atas. Untuk tentukan batas Stop Loss dan Take Profit, pokoknya kamu harus banyak mempelajari skema pergerakan harga saham di pasar.

    Demikian artikel tentang istilah TP dan SL dalam saham, semoga artikel ini bermanfaat dan salam cuan

    Posting Komentar untuk "Istilah TP dan SL Dalam Saham"