Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Price to Earning Ratio (PER) Dalam Investasi Saham dan Cara Menghitung PER

    Apa yang kamu pikir pertama kalinya mengenai istilah Price Earning Ratio (PER)? kemungkinan bagi kamu yang sekarang ini sedang melakukan investasi saham udah mengetahui mengenai PER ini.

    Memahami Price Earning Ratio dan Cara Menghitung PER
    Mengenal Price to Earning Ratio (PER)

    Price Earning Ratio memang dipakai oleh investor untuk menilai kekuatan perusahaan yang menghitung harga saham sekarang terhadap pendapatan per saham.

    Mengenali Price Earning Ratio

    Bagi setiap pelaku bisnis, peningkatan pendapatan jadi sebuah hal yang penting. Sama seperti dengan beberapa investor saham.

    Umumnya investor ingin mengetahui seberapa menguntungkan jalannya usaha terutama untuk masa depan.

    Untuk menghitung perkembangan usaha, beberapa investor sering melakukan beragam analisa fundamental dengan rasio keuangan. Satu diantaranya ya, price earning ratio ini.
    Price Earning Ratio merupakan rasio yang memperhitungkan antara harga saham saat ini dengan laba bersih per saham (EPS).

    Nilai PER yang tinggi memberikan indikasi harga saham perusahaan lebih tinggi dari laba per lembar saham (EPS) maka saham itu dianggap terlampau mahal.

    Tetapi disamping yang lainnya, nilai price earning ratio (PER) yang tinggi bisa memperlihatkan minat investor pada saham itu, perusahaan dipandang mempunyai prospek yang cerah di masa depan. Oleh sebab itu, untuk menilai apakah PER satu perusahaan bagus, maka diperlukan analisa secara mendalam. Umumnya dilakukan dengan membandingkan dengan PER perusahaan yang lain atau membandingkan dengan rasio keuangan yang lain.

    Sekarang ini, nilai PER ideal dimulai dari 20 sampai 25 kali lipat pendapatan. Tetapi, nilai itu harus disesuaikan dengan sektor usaha yang dioperasionalkan.

    Sebagai contoh, rata-rata nilai Price Earning Ratio perusahaan perbankan ialah 24. Lalu, perusahaan kedua di sektor yang serupa mempunyai nilai PER 17. Nah, perusahaan kedua ini bisa dikategorikan memiliki PER rendah.

    Lalu, apakah nilai PER tinggi selalu memberikan keuntungan?

    Nilai PER yang tingginya melewati standar termasuk beresiko. Masalahnya saham perusahaan dapat overvalued hingga menurunkan ketertarikan investor untuk melakukan investasi.

    Kebalikannya, nilai Price Earning Ratio rendah  tidak selamanya memperlihatkan peluang bagus untuk membeli saham. Malah, kamu mesti lebih hati-hati karena PER rendah menjadi tanda-tanda performa perusahaan menyusut.

    Manfaat Price to Earnings Ratio (PER)

    Tujuan utama dari price earning ratio untuk menganalisa apa harga saham perusahaan terlampau mahal atau masih murah. Dalam membeli saham, rasio PER sangatlah menjadi perhatian investor lantaran itu akan mempengaruhi kuantitas capital gain di masa datang. Berikut ada fungsi-fungsi price to earings ratio yang harus dimengerti :
    • Price Earning Ratio (PER) berperan untuk melihat perbandingan harga saham saat ini dengan keuntungan per saham (EPS) yang dihasilkan.
    • Price Earning Ratio (PER) berperan untuk mengidentifikasi apa satu saham dipandang begitu mahal atau masih menjanjikan (murah).
    • Price Earning Ratio (PER) berperan untuk melihat seberapa besar minat investor pada sesuatu saham perusahaan,  seberapa besar investor ingin membeli saham tersebut.

    Rumus Price Earning Ratio

    Dalam menghitung nilai PER, kamu harus melibatkan dua elemen, yaitu harga penutupan atau harga per lembar saham (EPS). Dari kedua elemen, didapatkan rumus di bawah ini.

    PER = Harga Per Saham / Laba Per Saham (EPS)

    Selain rumus di atas, kamu bisa juga memakai langkah ini :

    PER = Harga Penutupan / Laba Per Saham (EPS)

    Simpelnya ada 2 hal yang menjadi dasar atas perhitungan price earning ratio yakni harga per saham dan eps atau earning per sharing.

    Sebagai contoh perhitungan, misalnya PT. ABC dan PT. XYZ yang bergerak dalam sektor yang sama dan mempunyai harga saham per lembar dan EPS berbeda. PT ABC memiliki harga penutupan Rp 60.000, sedang PT XYZ Rp 2.200. Selanjutnya, rasio EPS PT ABC sepanjang 12 bulan ialah Rp 4.000. Kebalikannya, rasio EPS PT XYZ ialah Rp 100.

    Mengacu pada data di atas, memiliki arti perhitungan PER PT ABC dan XYZ seperti berikut.

    mengenal price earning ratio (PER)
    Cara Menghitung Price to Earning Ratio (PER)

    Berdasar hasil penghitungan, nilai PER perusahaan ABC lebih rendah dibanding PT XYZ.

    Kesimpulan

    Untuk mengambil kesimpulan apakah nilai price earning ratio (PER) satu perusahaan sudah ideal ataukah belum, maka bandingkan dengan PER perusahaan lain. Dengan begitu, investor dapat melihat beberapa indikasi yang terjadi. Tetapi, untuk menilainya secara mendalam, sebaiknya investor mempertimbangkan rasio keuangan lainnya.

    Posting Komentar untuk "Mengenal Price to Earning Ratio (PER) Dalam Investasi Saham dan Cara Menghitung PER"