Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Initial Public Offering (IPO)

    Satu diantara pengetahuan yang perlu dimiliki investor atau trader saham, terutama pemula adalah perihal IPO atau Initial Public Offering.

    Melakukan investasi dalam saham akan meningkatkan kesempatan keuntungan, tetapi jangan lupa kalau investasi saham juga terdapat resiko. Oleh karena itu, sebaiknya kamu pahami lebih dahulu mekanisme IPO sebelum membeli saham di artikel berikut.

    Pengertian IPO

    Bagi kamu yang sering melirik pasar saham sebagai diversifikasi investasi, pasti tidak asing dengan istilah IPO. IPO atau initial public offering. Apa itu IPO? Initial public offering sering dikenal sebagai penawaran saham pertama. Tujuan perusahaan menawarkan sahamnya untuk dibeli publik untuk memperoleh banyak modal dan ekuitas dari para investor yang tertarik. Ini pasti memberikan keuntungan kedua belah pihak, karena investor akan memperoleh keuntungan dari saham yang dimiliki, sedangkan perusahaan akan mendapatkan tambah modal dari hasil penjualan saham.

    Kenapa perusahaan melakukan initial public offering?

    Ada beberapa faktor yang membuat perusahaan memilih untuk melakukan IPO atau go public.
    Memperoleh status sebagai perusahaan Tbk.

    Tujuan utama suatu perusahaan melakukan IPO untuk memperoleh status sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Untuk beberapa sektor usaha, status ini penting, karena akan memperlihatkan kalau perusahaan tersebut dapat dipercayai, perusahaan mempunyai tata kelola yang bagus, perusahaan tersebut diawasi oleh berbagai pihak, informasi mengenai perusahaan ada di beberapa media, dan lain-lain.

    initial public offering adalah, kepanjangan ipo saham, initial public offering artinya, pengertian initial public offering, ipo initial public offering adalah, penawaran umum perdana adalah, penjelasan ipo

    Itu semua akan dipakai untuk meningkatkan bisnis, memperoleh nasabah baru, bahkan juga dipakai untuk alasan prestise. Argumen ini tidak salah dan bahkan sah-sah saja, asal sesudah go public, perusahaan yang diwakilkan oleh management perusahaan tidak menganak-tirikan investor minoritas.

    Cukup banyak perusahaan yang go public dengan alasan utama ini, bahkan juga tidak lagi mempedulikan kinerja perusahaan dan harga saham.

    Pendanaan perusahaan

    IPO juga bisa dilakukan dengan tujuan utama memperoleh dana dari pasar modal. Hal pertama yang mendasari satu perusahaan untuk IPO yaitu karena sedang membutuhkan tambahan modal atau modal untuk kepentingan operasionalnya tanpa harus meminjam dana dari pihak bank.

    Bisa saja modal yang didapat dari penjualan saham untuk menekan jumlah hutang atau beban utang yang dipunyai oleh perusahaan. Tambahan modal yang dimaksud memiliki arti jika suatu perusahaan mempunyai rencana untuk melakukan ekspansi hingga dapat meningkatkan jangkauan konsumen atau produksinya.

    Disamping itu, melepas saham ke publik berarti tingkat popularitas perusahaan pada waktu itu sedang meningkat, terutama di mata para investor. Cara ini dapat menaikkan likuiditas perusahaan.

    Menjadi perusahaan publik

    Go public menjadi satu alasan perusahaan melakukan initial public offering yang sesungguhnya. Suatu perusahaan yang ingin menjadi perusahaan publik, perusahaan tersebut akan mendapatkan berbagai keuntungan, baik dari segi prestise atau dana. Tapi, perusahaan tersebut harus membuat perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik, perkembangan perusahaan yang bagus, dan keuntungan yang tinggi, dan peduli dengan kepentingan investor.

    Perusahaan yang IPO dengan tujuan ini akan menjadikan para investor sebagai rekan bisnis, dimana semua hak mereka tidak akan ada yang diabaikan atau dihilangkan.

    Dan perusahaan yang melakukan IPO atau menjadi perusahaan publik akan mendapatkan beragam keuntungan diantaranya harga saham perusahaan semakin tinggi, saham perusahaan semakin lebih likuid, gampang mendapatkan permodalan, integritas perusahaan semakin baik, bisnis perusahaan semakin lebih cepat berkembangnya.

    Ini karena semua investor diperlakukan sebagai rekan bisnis, sehingga para investor bisa menjadi ujung tombak perusahaan tersebut, terutama dalam membuat brand image perusahaan.

    Contoh Perusahaan IPO

    Biasanya saham yang dilepas ke publik hanya sebagian kecil dari semua jumlah saham perusahaan. Misalkan PT EXR melepaskan sahamnya ke publik sejumlah 35% dari total saham yang dimiliki. Jumlah saham yang dilepaskan ke publik yaitu 2 juta lembar saham. Harga saham perdana Rp 590 per lembar. Maka nilai perusahaan secara keseluruhan yaitu:

    Nilai Perusahaan = (100 / 20) x harga saham x jumlah saham 
    Nilai Perusahaan = (100/ 20) x Rp 589  x 2.000.000 = 5,89 miliar

    Contohnya harga saham setelah IPO bertambah menjadi Rp 1.230. Maka nilai perusahaan secara keseluruhan saat ini adalah: 

    Nilai Perusahaan = (100 / 20) x harga saham x jumlah saham 
    Nilai Perusahaan = (100 / 20) x Rp 1.230 x 2.000.000 = 12,3 miliar

    Maka bertambahnya harga saham perusahaan setelah IPO, akan meningkatkan nilai perusahaan keseluruhannya.

    Apa semua orang bisa melakukan investasi di IPO?

    Pada intinya IPO terbuka untuk semua investor yang tertarik menginvestasikan modalnya ke suatu perusahaan. Tetapi, kadang jumlah IPO yang ditawarkan atau diperjualbelikan ke publik jumlahnya terbatas, sehingga ada kemungkinan ketersediaannya tidak memenuhi permintaan. Tetapi, kalau kamu masih tetap tertarik melakukan investasi, dapat melalui pembelian reksadana atau instrument yang lain yang memiliki fokus pada IPO.

    Apa saham perusahaan IPO sudah pasti menjanjikan?

    Sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau IPO mempunyai tujuan untuk menggalang dana dalam rangka peningkatan bisnis. Sehingga ada potensi IPO mungkin menjanjikan atau sebaliknya. Misalnya seperti perusahaan yang IPO untuk menambahkan dana segar supaya perusahaan itu tetap berjalan karena ada krisis keuangan secara internal. Contoh tersebut menunjukkan permasalahan internal perusahaan yang bisa jadi nantinya berpengaruh di harga saham yang diperjualbelikan.

    Tetapi, karena ada IPO, biasanya sebuah perusahaan akan memperoleh sorotan di mana akan berpengaruh pada harga IPO yang naik-turun pada hari pertama IPO. Ini sering memberikan keuntungan karena kenaikan harga yang signifikan. Tetapi, setelah hari peluncuran IPO harga akan mengalami koreksi yang bisa jadi berpengaruh kerugian apabila harga terus menurun. Maka dari itu penting diingat sejak dari awal prospek bisnis dan kondisi perusahaan dan kamu juga bisa lihat riwayat laporan keuangan periode yang lalu, sebagai analisa terhadap perusahaan tersebut sebelum kamu membeli saham IPO.

    Bagaimana cara kerja IPO?

    Ada banyak cara dan syarat yang dibutuhkan sebuah perusahaan untuk go public. Perusahaan yang merencanakan untuk go public biasanya bekerjasama dengan perusahaan penjamin emisi (underwriter), untuk menolong proses IPO. Ini karena diperlukan banyak persyaratan dokumen dan persiapan yang matang saat sebelum perusahaan itu dimiliki dan diawasi publik secara langsung. Disamping menyiapkan persyaratan, perusahaan penjamin emisi nanti akan menilai nilai perusahaan yang bakal menentukan nilai saham yang bakal dipasarkan ke publik.

    Pada umumnya proses IPO dimulai dengan persiapan awal dan penyiapan dokumen. Diteruskan dengan penyampaian permintaan perjanjian pendahuluan pendataan saham ke Bursa Efek Indonesia. Kemudian, proses yang perlu dilakukan adalah pengutaraan pernyataan pendaftaran ke OJK. Proses paling akhir yaitu penawaran umum, atau pendataan dan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

    Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan IPO

    Ada banyak kekurangan dan kelebihan yang didapat perusahaan saat lakukan IPO. Meskipun mayoritas mempunyai arah positif, dalam prosesnya perusahaan umumnya hadapi kendala pada proses pendataan IPO.

    Hambatan-hambatan itu umumnya terkait dengan kelengkapan document dan kesepakatan pimpinan intern perusahaan. Berikut perbedaan kekurangan dan kelebihan yang didapat oleh perusahaan saat lakukan IPO.

    Kelebihan Perusahaan IPO

    Perusahaan memperoleh tambahan modal.

    Untuk berkembang lebih maksimal, perusahaan membutuhkan modal tambahan. Selainnya pinjam dari bank, pilihan lain untuk perusahaan untuk memperoleh dana fresh ialah lakukan go public. Hasil pemasaran saham bisa juga dipakai untuk kurangi hutang.

    Buka kesempatan keuntungan besar untuk perusahaan.

    IPO mempunyai faedah lainnya untuk perusahaan. Salah satunya, perusahaan akan mempunyai suku bunga yang semakin tinggi saat memberinya utang karena kenaikan pemantauan dari riset dan investor.

    Perusahaan juga bisa mengeluarkan semakin banyak saham untuk dipasarkan sepanjang ada kebutuhan pasar. Dengan ke-2 keunggulan itu, lebih gampang untuk perusahaan untuk atur merger dan pemerolehan.

    Investor memperoleh likuiditas.

    Bila kamu ialah pemegang saham perusahaan swasta, akan susah untuk jual saham yang kamu punyai. Bahkan juga lebih susah untuk menilainya. Berikut penyebabnya investasi saham digadangkan sebagai salah satunya wujud investasi paling memberikan keuntungan.

    Investor mempunyai peran besar dalam peningkatan harga saham. Ini didapat bila performa perusahaan dipandang baik oleh investor. Penilaian yang bagus berkesempatan tingkatkan nilai saham di masa datang.

    Saham IPO bisa dipasarkan secara cepat.

    Saat saham LinkedIn dipublikasikan untuk pertama kalinya, nilainya melesat dari 45 dolar jadi 94,25 dolar di hari yang serupa. Kenaikan berikut sebagai daya magnet khusus IPO di mata investor.

    Saham yang dibeli bisa dipasarkan kapan pun, baik lewat cara online atau lewat panggilan telephone. Investor dapat buka pemesanan terbatas pada harga dan jumlah saham yang sudah diputuskan.

    Tingkatkan citra perusahaan.

    Saat perusahaan lakukan IPO karena itu otomatis media dan penyuplai data dan riset di perusahaan sekuritas akan kerap mengulas perusahaan untuk ketahui info atau informasi mengenai perusahaan secara gratis. Umumnya ini dilaksanakan supaya khalayak atau calon investor bisa mengawasi perusahaan yang bakal dia membeli sahamnya.

    Di lain sisi publisitas ini akan tingkatkan citra dan eksposure pada produk atau perusahaan tersebut. Hingga ini akan buka kesempatan pada timbulnya calon-calon konsumen setia produk atau perusahaan juga.

    Mendapatkan stimulan pajak.

    Pemerintahan memberinya stimulan pajak lewat penerbitan Ketentuan Pemerintahan Nomor 56 tahun 2015 mengenai Peralihan Atas Ketentuan Pemerintahan Nomor 77 Tahun 2013 mengenai Pengurangan Biaya Pajak Pendapatan Untuk Harus Pajak Tubuh Dalam Negeri yang Berupa Perseroan Terbuka.

    Dengan ketentuan ini perusahaan yang lakukan go public bisa mendapat pengurangan biaya PPh sejumlah 5% lebih rendah dari biaya PPh Harus Pajak tubuh dalam negeri, dengan catatan sejauh 40% sahamnya terdaftar dan diperjualbelikan di Bursa, dan mempunyai minimum 300 pemegang saham.

    Kekurangan Perusahaan IPO

    1. Lakukan IPO memerlukan ongkos yang besar dan mahal.
    2. Perusahaan diharuskan mempublikasi neraca keuangan, pajak, akuntansi, dan usaha berkaitan ke warga.
    3. Bertambahnya risiko yang terkait dengan gugatan hukum.
    4. Fluktuasi harga saham bisa mengusik konsentrasi dan taktik management dalam memulai usaha.
    5. Susunan organisasi dan kepimpinan mengikutsertakan dewan direksi dalam ambil keputusan besar hingga birokrasi semakin lebih panjang.
    6. Laporan memerlukan waktu dan tenaga yang semakin banyak.

    Persyaratan Perusahaan Go Public

    Dengan beragam argumen itu, tidaklah aneh bila perusahaan berlomba untuk go public. Meskipun begitu, prosesnya tidak gampang. Ada beberapa persyaratan dan tingkatan yang perlu dilewati untuk memperoleh status ini.

    Persyaratan itu bisa dikelompokkan dalam tiga persyaratan besar. diantaranya :
    Pertama, susunan kepimpinan perusahaan yang bagus, yakni harus memiliki badan hukum Perseroan Terbatas (PT), mempunyai Komisaris Mandiri, mempunyai Komite Audit dan Unit Audit Intern, dan mempunyai Sekretaris Perusahaan.

    Kedua, persyaratan akuntansi dan keuangan. Periode operasional agar lebih atau sama dengan 12 bulan. Untuk perusahaan berkembang rasio menengah, keuntungan usaha bisa rugi dengan persyaratan tahun akhir kedua telah mempunyai keuntungan usaha berdasar prediksi.

    Ketiga, jumlah saham yang dijajakan ke khalayak untuk perusahaan berkembang ialah minimum 150 juta lembar saham. Pemegang saham sekitar lebih atau sama dengan 500 faksi. Harga saham pertama lebih atau sama dengan Rp100.

    Persyaratan Supaya Perusahaan Dapat Melakukan Initial Public Offering (IPO)?

    Dengan beragam argumen itu, tidaklah aneh bila banyak perusahaan yang ingin go public atau lakukan initial public offering (IPO). Meskipun begitu, prosesnya tidak gampang. Ada beberapa persyaratan dan tingkatan yang perlu dilewati untuk memperoleh status ini. Persyaratan itu bisa dikelompokkan ke tiga persyaratan

    Susunan kepimpinan perusahaan yang bagus. Harus memiliki badan hukum Perseroan Terbatas (PT), mempunyai komisaris mandiri, mempunyai komite audit dan unit audit intern, dan mempunyai sekretaris perusahaan.

    Persyaratan akuntansi dan keuangan. Periode operasional agar lebih atau sama dengan 12 bulan. Untuk perusahaan berkembang rasio menengah, keuntungan usaha bisa rugi dengan persyaratan tahun akhir kedua telah mempunyai keuntungan usaha berdasar prediksi.

    Jumlah saham. Jumlah saham yang dijajakan ke khalayak untuk perusahaan berkembang ialah minimum 150 juta lembar saham. Pemegang saham harus 500 faksi atau semakin banyak. Harga saham pertama minimum Rp100 atau lebih.

    Penawaran saham adalah tahap paling penting dan terakhir. Sebagai calon investor, Anda bisa membelinya di agen-agen penjualan yang ditunjuk. Sesuai syarat, jika pembeli saham lebih banyak dari lembar yang tersedia, permintaan pembelian akan dikurangi. Jadi, semua pembeli saham berhak memperoleh jatah. Prinsip ini disebut allotment.

    Jadi, bagi Anda yang ingin membeli saham IPO, jangan tunda lagi! Yuk, segera siapkan dana segar untuk berinvestasi dan jadilah bagian dari pemilik perusahaan melalui permodalan. Semoga bermanfaat! 

    Posting Komentar untuk "Mengenal Initial Public Offering (IPO)"