Istilah Dividen dan Cara Hitungnya

Apa yang anda harapkan dari berinvestasi di saham? Tentunya adalah return atau tingkat pengembalian. Bentuk return dalam investasi di saham dibagi 2 yaitu capital gain dan dividen. Istilah dividen adalah istilah yang sering dipakai pada berbagai jenis investasi untuk menyebut pembagian hasil. Benefit ini merupkan keuntungan bagi pemegang saham.

Remove term: istilah dividen istilah dividenRemove term: istilah dividen dalam saham istilah dividen dalam sahamRemove term: rumus dividen rumus dividenRemove term: dividen saham dividen sahamRemove term: pembagian dividen pembagian dividen

Pengertian Dividen

Mengutip uraian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian dividen adalah bagian laba atau pendapatan perusahaan yang besarnya ditetapkan oleh dewan direksi. Bukan hanya itu, kebijakan dividen adalah keputusan yang disahkan bersama sekaligus dibagikan melalui rapat bersama para pemegang saham.

Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa dividen adalah pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan kepada pemilik saham perusahaan. Dividen adalah cara bagi perusahaan untuk mendistribusikan pendapatan kembali ke investor, dan salah satu cara investor mendapatkan pengembalian dari berinvestasi di saham.

Jenis-Jenis Dividen

Ada jenis-jenis dividen yang dibagikan kepada pemegang saham. Secara umum, dividen adalah keuntungan yang dapat dibagi menjadi lima kategori berbeda yaitu berupa tunai, saham, barang, liquidating, dan utang. Ini penjelasan lengkapnya.

Dividen Tunai

Pengertian dividen tunai adalah keuntungan pemegang saham yang diterima dalam bentuk uang secara tunai. Jenis-jenis dividen tunai adalah model yang paling disukai oleh para pemegang saham. Sebab, mereka dapat merasakan manfaat serta menggunakannya secara langsung. Karena alasan itu pula, dividen tunai banyak ditemukan di berbagai perusahaan.

Dividen Saham

Meskipun bentuk tunai populer, dividen adalah komponen finansial yang tidak melulu berbentuk uang yang diberikan dengan metode tersebut. Ada juga dividen saham yang menjadi alternatif para direksi. Biasanya pemilihan opsi ini dilakukan mereka demi menjaga likuiditas arus kas perusahaan. Salam jenis ini, keuntungan yang diberikan tidak lain berupa saham.

Dividen Barang

Property dividend atau dividen barang adalah jenis yang memungkinkan pemegang saham untuk menerima keuntungan berupa barang. Namun jenis-jenis dividen ini terbilang cukup rumit. Pasalnya, perusahaan harus memastikan bahwa jenis properti untuk pemegang saham merupakan aset yang dapat dibagi.

Dividen Liquidating

Berbeda dari jenis lainnya, liquidating dividend tidak berasal dari profit yang didapat perusahaan. Sebagai gantinya, pembagian dividen dilakukan dengan mengurangi modal dari suatu perusahaan.

Dividen Utang

Dividen utang juga disebut sebagai skrip dividen. Seperti namanya, jenis ini mengandalkan skrip yang mencantumkan janji utang dalam jumlah dan jatuh tempo tertentu. Dalam arti lain, perusahaan induk terbuka jadi punya utang yang harus dibayar sesuai jatuh tempo yang umumnya berjarak pendek.

Cara Menghitung Dividen

Cara menghitung dividen dibedakan berdasarkan jenis labanya. Agar Anda memahami pengertian dividen secara mendalam, perlu untuk memahami bagaimana perhitungannya. Simak contoh lengkapnya.

Dividend Per Share (DPS)

Dividend Per Share atau DPS menunjukkan nilai total lembar saham suatu perusahaan yang tersebar ke para pemegang saham (penanam modal). Adapun rumus yang bisa Anda gunakan untuk menghitungnya, sebagai berikut.

DPS (Dividend Per Share) = Total Dividen Perusahaan : Jumlah Saham Beredar

Contohnya, suatu perusahaan menetapkan dividen sebesar Rp200 juta yang akan diberikan kepada para pemegang saham. Sementara, jumlah total saham beredar pada saat itu adalah 200 ribu lembar. Maka dividen yang akan diperoleh masing-masing penanam modal per lembar saham yaitu:

DPS (Dividend Per Share) = Total Dividen Perusahaan : Jumlah Saham Beredar
DPS (Dividend Per Share) = Rp200 juta : 200 ribu
DPS (Dividend Per Share) = Rp2000

Maka, dapat disimpulkan bahwa pembagian dividen saham oleh perusahaan kepada para pemegang saham adalah Rp2 ribu per lembar saham. Sehingga, bila Anda memiliki 50 lembar saham, berarti Anda akan mendapat dividen adalah sebesar Rp100 ribu.

Dividend Yield

Rumus dividend yield memperlihatkan rasio perbandingan besarnya pembagian dividen saham oleh perusahaan terhadap besarnya harga saham per lembar yang beredar di pasar modal. Anda bisa menghitungnya melalui rumus berikut ini.

Dividend Yield = Nilai DPS Perusahaan : Harga Saham x 100%

Contohnya, Nilai DPS perusahaan ABC sebesar Rp2 ribu. Sementara, harga saham per lembarnya berada pada angka Rp4 ribu. Maka, untuk menentukan dividend yield adalah sebagai berikut.

Dividend Yield = Nilai DPS Perusahaan : Harga Saham x 100%

Dividend Yield= Rp2000 : Rp 4000 x 100%

Dividend Yield= 50%

Jadi, melalui perhitungan tersebut telah ditemukan besarnya dividend yield perusahaan ABC sebesar 50%.

Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend Payout Ratio atau DPR adalah kemampuan laba suatu perusahaan apabila dialokasikan sebagai dividen untuk diberikan kepada para pemegang saham. Bagaimana cara menghitungnya? Simak rumus berikut ini.

DPR (Dividend Payout Ratio) = Total Pembagian Dividen : Laba Perusahaan x 100%

Contohnya, Perusahaan ABC memiliki laba bersih sebesar Rp1 Miliar. Karena adanya pemegang saham yang cukup membantu perusahaan dalam menjalankan bisnis, maka perusahaan tersebut memutuskan untuk membagikan dividen adalah sebesar Rp200 juta.

DPR (Dividend Payout Ratio) = Total Pembagian Dividen : Laba Perusahaan x 100%
DPR (Dividend Payout Ratio) = Rp1 miliar : Rp200 juta x 100%
DPR (Dividend Payout Ratio) = 20%

Jadi, melalui perhitungan tersebut telah ditemukan besarnya dividend Payout Ratio (DPR) perusahaan ABC sebesar 20%.

Contoh Dividen Saham

Contoh pembagian dividen saham yang pernah dilaksanakan pada 2021 dari data KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), yaitu:

PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) mengumumkan rasio dividen saham 5:1. Setiap 5 saham lama akan mendapat 1 saham baru. Harga penutupan saham yang berlaku Rp 540 per lembar. Jadi, kalau kamu punya 100 lembar saham CCSI bisa menerima 20 lembar saham tambahan.

PT Suparma Tbk (SPMA) membagikan dividen saham dengan rasio setiap 100 saham lama akan mendapat 32 saham baru. Harga penutupan saham Rp 620 per lembar. Jika memiliki 1.000 lembar saham SPMA, mendapat 320 saham baru.

Sedangkan contoh dividen tunai dalam investasi saham, yakni dividen saham BBRI atau PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sebesar Rp 98,91 per saham.

Untuk jadwal pembagian dividen, investor harus selalu memantau kalender KSEI di situs resminya. Dan pahami istilah penting ini agar mendapatkan dividen, baik dividen saham maupun dividen tunai.

Agar mendapatkan dividen, sebaiknya lakukan pembelian saham paling terakhir saat cum date, dan hold saham minimal sampai dengan ex date.

Cum Date

Tanggal terakhir investor dapat membeli saham tertentu untuk mencatatkan diri sebagai investor untuk mendapatkan dividen dari perusahaan tersebut

Ex Date

Tanggal di mana investor sudah tidak mendapatkan hak dividen dari suatu saham yang dibelinya. Jadi, jangan beli saham di hari atau tanggal ex date

Recording Date

Tanggal pencatatan bagi pemilik saham yang berhak mendapatkan dividen

Payment Date

Tanggal pembayaran dividen

Agar mendapatkan dividen, sebaiknya lakukan pembelian saham paling terakhir saat cum date, dan hold saham minimal sampai dengan ex date.

Keuntungan Dividen Saham

Dividen saham adalah pembagian saham kepada pemegang saham sebagai pengganti dividen tunai. Keuntungan dividen saham bagi investor, yaitu tidak dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sampai saham yang diberikan dijual pemiliknya.

Berbeda dengan dividen tunai. Di mana dividen yang diterima pemegang saham atau dalam hal ini merupakan wajib pajak orang pribadi dalam negeri, dikenakan PPh Final sebesar 10%.

Dividen tunai tersebut bisa saja bebas dari pajak dengan syarat wajib diinvestasikan kembali ke instrumen investasi sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 18 Tahun 2021. Di antaranya ke surat utang pemerintah, surat utang BUMN, obligasi swasta, investasi infrastruktur dan lainnya.

Itulah penjelasan mengenai pengertian dividen, jenis-jenis, cara menghitung serta bagaimana perusahaan membagikannya pada para pemegang saham. Jadi, dalam berinvestasi jangka panjang, Anda sudah pasti memiliki keuntungan tetap melalui pembagian divide, yang umumnya dilaksanakan pada penutupan tahun.