Meskipun bukan segala-galanya di dunia, uang selalu dibutuhkan untuk memenuhi keperluan atau keinginan kita di dunia ini. Oleh karena itu, menjadi kaya atau mapan secara finansial, tentunya menjadi idaman atau cita-cita hampir setiap orang.

Sejak dulu, orang tua ataupun guru di sekolah seringkali menyampaikan pribahasa ‘Menabunglah agar kaya’. Orang tua zaman dulu percaya bahwa mengumpulkan sedikit demi sedikit uang yang kita miliki akan bisa membuat kita menjadi kaya nantinya. Benarkah kalau mau kaya kita harus menabung?

Faktanya, kondisi ekonomi kita saat ini tidak lagi relevan. Percaya tidak percaya, uang yang kita simpan dibank tanpa kita sadari nilainya akan terus berkurang, lantaran biaya administrasi yang dikeluarkan. 

Namun, Kenapa Hemat dan Rajin Menabung Tidak Pangkal Kaya?

Baca Juga :

Inflasi

Banyak orang berpendapat uang kita tabung akan menguntungkan, karena kita akan mendapatkan bunganya. Tapi, dibandingkan dengan presetase kenaikan inflasi, bunga bank tidak dapat menutup kenaikan inflasi.

Baca Juga :

Biaya Administrasi

Bukan hanya Inflasi yang membuat niali uang tabungan kita berkurang. kita harus membayar biaya adminstrasi setiap bulan, rata-rata bank akan mengenakan biaya administrasi sekitar Rp. 15.000 s/d Rp. 20.000 per bulan.

Ingat, uang yang ada jangan dibiarkan menumpuk di rekening bank. Agar nilainya tidak berkurang karena inflasi, mengkonversinya menjadi emas merupakan opsi terbaik. Emas merupakan investasi safe haven yang sudah sejak lama selalu diandalkan sebagai alat penyimpan nilai.

Jadi kesimpulannya, kalau mau kaya cari investasi yang hasilnya lebih tinggi dari pada inflasi. Tapi harus diingat hasil investasi bersih (setelah dipotong pajak, biaya administrasi dan biaya lain-lainnya).

Leave a Reply

Your email address will not be published.