Risiko Investasi : Pengertian, Jenis dan Cara Mengatasinya

risiko investasi
Risiko Investasi

Risiko Investasi – Masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi. Tidak banyak dari mereka memilih terjun ke dalamnya. Tetapi, satu hal utama yang penting harus dipahami yakni risiko investasi. Saat sebelum memulainya, kita perlu mengetahui apa risiko investasi dan bagaimanakah cara meminimalisirnya.

Tipe investasi sekarang ini bermacam. Salah satunya investasi saham, investasi property, investasi emas, investasi reksadana, investasi obligasi, deposito, dan lainnya.

Apapun bentuk investasi yang dipilih, kita harus mengetahui jika investasi mempunyai keuntungan dan risiko. Risiko investasi bisa terjadi pada investasi apa saja dengan tingkat yang berbeda.

Supaya tidak asal terjun dalam dunia investasi, kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai pengertian, jenis dan bagaimana lakukan manajemen risiko investasi yang benar. Yuk baca sampai habis!

Pengertian Risiko Investasi

Risiko investasi merupakan kemampuan kerugian yang bisa dirasakan investor dari kegiatan investasi. Artinya imbal hasil atau keuntungan investasi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Return dan risiko investasi selalu sebanding lurus. Jika return atau keuntungan investasi besar, maka akan diikuti risiko yang tinggi juga. Sebaliknya, kalau keuntungan investasi kecil, biasanya risiko investasinya rendah.

Penting untuk mengenai profil risiko masing-masing. Hal ini bermanfaat agar bisa memutuskan instrumen investasi paling sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko tersebut.

Contoh risiko investasi saham ialah capital loss. Jika harga jual lebih rendah dibanding harga beli, maka kita akan mengalami kerugian saat melakukan penjualan. Investasi saham dikenali sebagai investasi high return dan juga termasuk investasi yang high risk. Cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.

4 Jenis Profil Risiko Investasi

Profil risiko investasi ialah sebuah indikator untuk mengukur tingkat toleran seorang investor pada risiko. Dengan mengenali profil risiko, kita dapat menentukan instrumen investasi yang pas agar portofolio investasi semakin baik.

Profil Risiko Investasi Agresif

Profil risiko investasi agresif ialah tipe investor yang memiliki arah untuk meningkatkan nilai pokok investasi dengan tingkat keuntungan yang maksimal dalam jangka panjang. Umumnya, rencana jangka waktu melakukan investasi lebih dari 4 tahun.

Seorang investor dengan profil agresif kebanyakan tidak mencairkan dana investasi apabila di kemudian hari sedang terjadi penurunan atas nilai investasi, bahkan juga mempunyai potensi mengalami kerugian.

Profil Risiko Investasi Moderat

Profil risiko investasi moderat ialah tipe investor yang mempunyai tujuan untuk mendapat keuntungan secara berkala dan mempunyai pertumbuhan modal dalam jangka menengah sampai jangka panjang. Umumnya, rencana jangka waktu melakukan investasi 3-4 tahun.

Umumnya, seorang investor pada tipe ini cenderung tidak mencairkan dana investasi saat terjadi penurunan nilai yang beresiko mengalami kerugian.

Profil Risiko Investasi Konservatif

Konservatif ialah profil risiko investasi yang mempunyai tujuan untuk memiliki stabilitas perkembangan nilai investasi, dan bisa menerima hasil investasi secara berkala. Umumnya, rencana jangka waktu melakukan investasi 1-3 tahun.

Seorang investor dengan tipe seperti ini biasanya mentoleransi risiko rendah dan cenderung akan mencairkan dana saat terjadi penurunan nilai. Kebanyakan, tipe investor ini cuma mendistribusikan sebagian kecil modalnya pada instrument investasi dengan risiko tinggi, seperti saham atau obligasi.

Profil Risiko Investasi Sangat Konservatif

Sangat konservatif sebagai tipe profil risiko investasi yang paling memprioritaskan keutuhan nilai dasar investasi dan tidak ragu apabila harus melepaskan potensi keuntungan lebih besar. Umumnya, rencana jangka waktu melakukan investasi kurang dari 1 tahun.

Investor tipe sepert ini tidak bisa mentoleransi risiko kerugian nilai pokok investasi, maka dari itu biasanya investor ini akan cenderung memilih produk investasi berbentuk tabungan, deposito atau reksadana pasar uang yang bisa dicairkan kapan saja.

Jenis Risiko Investasi

Sebelum mengetahui langkah meminimalkan dan management risiko investasi. Langkah awal yang perlu kita kenali adalah jenis-jenis resiko investasi. Berikut 7 jenis risiko investasi diantaranya:

Risiko Pasar

Jenis pertama dari risiko investasi ialah risiko pasar, yakni adanya fluktuasi atau turun-naiknya nilai aset di pasar. Hal tersebut disebabkan dari berubahnya sentimen pasar keuangan seperti obligasi dan saham.

Peralihan tersebut umumnya muncul karena keadaan tertentu, misalkan perubahan politik, krisis ekonomi, inflasi, kekacauan, dan sebagainya.

Risiko pasar dikenal juga sebagai risiko sistematik yang tidak bisa dihindari oleh beberapa investor. Risiko ini dapat juga mengakibatkan investor mengalami penurunan modal investasinya atau capital loss.

Meskipun begitu, kita tidak boleh khawatir, penurunan aset investasi semacam ini bukan tergolong risiko investasi jangka panjang.

Risiko Likuiditas

Jenis kedua dari risiko investasi ialah risiko likuiditas. Risiko ini muncul dari kesulitan tersedianya uang tunai dalam suatu periode waktu. Hal tersebut bisa terjadi jika pihak pengutang tidak dapat menjual asetnya karena pihak lain tidak ada yang tertarik membelinya di pasar.

Misalkan, seorang dari pihak A tidak bisa membayar hutangnya secara tunai saat jatuh tempo pada pihak B. Tapi, pihak A mempunyai aset yang nilainya cukup buat bayar hutang tersebut.

Tapi, bila tidak ada pihak yang lain siap beli aset tersebut, maka likuiditasnya tidak dapat dicairkan menjadi uang tunai.

Perlu diingat, jika risiko likuiditas tidak sama dengan penurunan nilai aset investasi. Risiko ini terjadi kemungkinan karena tidak ada ketertarikan dari pihak lain yang ingin membeli atau mengganti aset karena kedua pihak susah untuk bertemu.

Risiko Negara

Tipe ketiga dari risiko investasi ialah risiko negara atau politik. Risiko ini erat hubungannya dengan kegiatan dan keadaan politik negara. Hal ini berhubungan dengan perubahan perundang-undangan yang memiliki pengaruh pada perekonomian negara.

Risiko ini bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kerugian untuk investor karena ada peralihan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, apabila orang dari luar negeri ingin melakukan investasi di negara berbeda, penting untuk melihat keadaan politik di negara tersebut.

Risiko Suku Bunga

Tipe keempat dari risiko investasi ialah risiko suku bunga. Kenaikan suku bunga sebagai pemicu dari berkurangnya nilai relatif aset berbunga seperti obligasi atau pinjaman. Walau suku bunga bertambah, hal tersebut membuat keuntungan investasi dan nilai obligasi berbunga akan mengalami penurunan, demikian juga sebaliknya.

Risiko Inflasi

Tipe kelima dari risiko investasi ialah risiko inflasi atau risiko daya membeli. Risiko investasi saham ini merupakan inflasi yang memengaruhi daya membeli lalu menyebabkan nilai kas dari investasi saat ini tidak akan memiliki nilai banyak di masa depan. Hal itu berpotensi menurunkan daya beli warga karena peningkatan harga rata-rata diatas harga konsumsi.

Saat seorang yang melakukan investasi dengan memegang uang tunai atau aset, umumnya risiko inflasi bisa terjadi pada hal tersebut. Inflasi akan menggerus nilai uang atau aset yang mereka miliki. Sebagai contoh, jika seorang investor mempunyai dana investasi tunai senilai Rp20 juta dengan tingkat inflasi 5%, maka pertahunnya dana itu akan menyusut sekitar Rp1 juta.

Risiko Valuta Asing

Tipe ke enam dari risiko investasi ialah risiko valuta asing atau risiko nilai tukar mata uang. Risiko investasi jangka pendek ini kuat hubungannya dengan fluktuasi kurs mata uang satu negara pada kurs mata uang negara lain.

Risiko yang kerap disebutkan currency risk ini disebabkan adanya peralihan valuta asing di pasar dan di saat dikonversikan ke mata uang rupiah tidak sesuai harapan.

Risiko Reinvestasi

Tipe paling akhir dari risiko investasi ialah risiko reinvestasi. Risiko jenis ini terjadi saat penghasilan dari satu aset investasi mewajibkan investor untuk menginvestasikan kembali aset tersebut. Kemungkinan besar, arus kas investasi akan menghasilkan keuntungan yang lebih kecil saat direinvestasikan ke produk investasi baru.

Kelola Risiko Investasi Kamu

Risiko investasi akan selalu ada. Pastikan kita terus mempelajari, menghitung, dan mengelola risiko investasi dengan benar dan tepat.

Dengan demikian, kita akan selamat dari risiko investasi yang muncul, dan mendapat hasil investasi maksimal. Jangan sampai percaya dengan bujukan keuntungan investasi besar, tetapi risikonya kecil.

Kita bisa terjerat investasi ilegal yang bisa membawa pada kerugian lebih besar. Pahami tingkat risiko instrumen investasi yang kita pilih secara baik.

Nah sekarang, telah memahami bagaimana risiko dari investasi yang dapat mempengaruhi keuntungan atau kerugian investasi.

Itulah beberapa risiko investasi yang perlu kita ketahui sebagai persiapan sebelum terjun dalam aktivitas investasi. Walau memiliki risiko, tetapi keuntungan yang ditawarkan lebih besar, apalagi buat masa depan . Maka, jangan takut untuk memulai investasi ya!

Share on:

Leave a Reply

Your email address will not be published.